FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab




Author Topic: Faktor Kegagalan Orang Tua Saat Menyapih Anak  (Read 74 times)

Offline BuAntha

  • Newbie
  • *
  • Posts: 33
Faktor Kegagalan Orang Tua Saat Menyapih Anak
« on: June 26, 2019, 01:48:06 PM »
Apakah Bunda salah satu dari orang tua yang gagal menyapih? Bunda pasti sudah tahu masa menyapih anak. Ketika usia sang buah hati sudah mencapai 2 tahun, sudah saatnya Bunda menyapih.
Menunda berarti masalah baru akan muncul. Saat anak tetap minum ASI di usia 2 tahun lebih, anak cenderung sulit untuk berhenti. Selain itu, ada efek psikologisnya. Anak menjadi manja. Karena pada dasarnya saat anak tidak lagi minum ASI, pada saat itulah anak belajar mandiri. Ia tidak lagi hanya bergantung pada sang ibu.
Maka dari itu, penting sekali bagi orang tua untuk menyapih anak di usia 2 tahun. Sayangnya, banyak yang gagal daripada yang berhasil. Alasannya bermacam-macam. Ada yang tidak tega karena anak sering merengek. Ada juga yang merasa sudah berhasil tapi setiap kali mau tidur anak tidak bisa tidur kalau tidak minum ASI.
Akan tetapi, ada satu faktor yang sebenarnya mempengaruhi mengapa banyak ibu yang gagal padahal sudah tiba masa menyapih anak.
Apa Faktor Penyebabnya?
Sebenarnya, faktor yang utama adalah kesiapan ibu. Banyak ibu yang tidak kurang siap saat harus menyapih. Bukan hanya kurang siap untuk menyapih tapi juga tidak siap dalam hal pengetahuan. Kebanyakan mereka tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan.
Mungkin Bunda pernah dengar istilah weaning with love. Dalam Bahasa Indonesia, ini artinya menyapih dengan cinta. Artinya, proses menyapih anak dilakukan tanpa paksaan tanpa menyakiti. Ini teknik yang sebenarnya harus Bunda ketahui jauh-jauh hari sebelum masa menyapih anak tiba.
Sayangnya, banyak yang tidak tahu sehingga mereka tidak siap untuk menyapih dengan cinta. Mereka hanya tahu saat anak 2 tahun, anak harus disapih. Sementara mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Beberapa dari mereka akhirnya menerapkan cara menyapih yang dilakukan oleh tua terdahulu. Contohnya saja menyapih dengan cara mengoleskan balsem pada puting. Dengan tujuan agar anak tidak lagi suka minum ASI.
Ada juga yang mengoleskan daun pahitan. Namun, apapun yang digunakan, jelas ini bukan cara menyapih dengan cinta. Ini menyapih dengan menyakiti.
Bunda mungkin tidak merasa itu hal yang menyakiti. Bunda harus dengarkan apa yang dikatakan oleh para ahli psikologi anak.
Sebenarnya, kedekatan anak dengan ibu itu sudah terjalin sangat kuat sejak awal anak lahir. Pada saat itu, tidak ada yang dilakukan oleh bayi selain minum ASI. Ia merasa nyaman dan aman ketika berada di dekapan ibu
Namun, semua itu rusak ketika Bunda menyapih dengan cara memaksa. Anak merasa Bunda tidak lagi sayang dengannya. Dan ikatan antara anak dengan ibu semakin pudar.
Mungkin Bunda tidak percaya dengan penjelasan dari sudut pandang psikologi seperti itu. Namun, secara ilmiah, hal tersebut memang benar adanya.
Di sisi lain, ada yang disebut dengan weaning with love. Ini merupakan cara menyapih dengan terus memperkuat bonding atau ikatan dengan sang buah hati. Bukankah ini cara yang seharusnya Bunda pilih?
Belajar Cara Menyapih
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kesiapan menjadi kunci utama sehingga Bunda berhasil menyapih dengan cinta. Bunda harus mempersiapkan diri dengan cara mengetahui tentang bagaimana menyapih dengan cinta. Dan itu harus Bunda pelajari jauh-jauh hari sebelum masa menyapih anak.

Siapkan Minuman Alternatif
Sebelum usia 2 tahun, mulailah Bunda memperkenalkan minuman lain kepada si kecil. Bunda bisa buatkan jus buah kesukaan di siang hari. Jadi, ketika anak mau tidur siang, ia tidak lagi minum ASI.

Namun, sangat direkomendasikan Bunda berikan susu balita yang terbaik. Ini bisa menjadi alternatif dari ASI. Buatkan susu anak yang hangat. Jangan biarkan anak minum sendirian. Ketika anak minum susu balita, Bunda harus menemaninya. Ini sama seperti ketika Bunda memberikan ASI. Buat suasana yang sama seperti ketika Bunda memberi ASI.

Berbicara Tentang Anak Dewasa
Saat anak menginjak usia 2 tahun, anak sudah bisa diajak berbicara. Seringlah Bunda menjelaskan tentang anak-anak yang sudah dewasa. Selipkan cerita bahwa salah satu ciri anak yang sudah besar tidak lagi minum susu. Dengan sendirinya, anak akan merasa malu jika masih minum ASI.

Alihkan Perhatian
Yang paling sulit adalah ketika anak mau tidur. Banyak anak balita usia 2 tahun yang tidak bisa tidur tanpa minum ASI langsung dari sang ibu. Nah, ini tantangan tersendiri bagi seorang ibu.

Bunda bisa mengalihkan perhatian anak. Bunda bisa ajak anak melihat video lagu anak-anak. Atau Bunda bisa bacakan buku cerita. Biarkan anak melihat gambar menarik di buku cerita tersebut. Sambil bercerita, Bunda bisa memijat kaki sang buah hati agar cepat terlelap.

Tidur Sambil Digendong
Agar anak tidak minta ASI, gendong anak saat ia mengantuk. Jangan tunggu anak rewel. Ketahui siklus tidur anak. 15-20 menit sebelum waktu tidur anak tiba, gendong sang buah hati. Buat ia tidur di pelukan Bunda tanpa harus Bunda beri ASI.

Setidaknya itulah teknik weaning with love yang Bunda perlu ketahui. Yang pasti, Bunda harus menyiapkan diri. Pahami bagaimana cara menerapkan menyapih dengan cinta sebelum masa menyapih anak tiba. Selain itu, siapkan juga waktu dan perhatikan. Dua hal ini yang juga harus disiapkan. Pasalnya, butuh waktu yang tidak pendek untuk menyapih anak dengan cinta.
Jadi, apakah Bunda sudah siap untuk menyapih sang buah hati? Jadilah Bunda yang sebenarnya dengan cara menyapih tanpa menyakiti.

FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab

Faktor Kegagalan Orang Tua Saat Menyapih Anak
« on: June 26, 2019, 01:48:06 PM »


 

Database Error

Please try again. If you come back to this error screen, report the error to an administrator.