FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab




Author Topic: Angka HIV AIDS Cenderung Meningkat di Indonesia, Cek Penyebabnya  (Read 96 times)

Offline yeobeseyo

  • Global Moderator
  • Sr. Member
  • *****
  • Posts: 475
    • Email
Oleh : Fitri Haryanti Harsono

Perkembangan kasus HIV AIDS di Indonesia cenderung meningkat. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI tahun 2017, secara kumulatif terdapat 102.667 kasus AIDS dan 280.623 kasus HIV positif.  Data Sensus Penduduk Tahun 2010, penduduk Indonesia usia muda berjumlah sekitar 25 persen dari total penduduk Indonesia, yang mana mereka rentan terhadap bahaya HIV dan AIDS juga narkoba.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kependudukan dan  Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)  Sigit Priohutomo mengatakan, penyebab HIV AIDS meningkat karena masih rendahnya pengetahuan masyarakat, khususnya remaja tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR). Pengetahuan kesehatan reproduksi terkait bagaimana cara melindungi diri dari perilaku seksual berisiko (seks bebas, narkoba suntik), pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan, penyakit menular seksual (PMS), dan seputar HIV AIDS.

Indeks pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi sebesar 57,1 persen. Data itu diambil dari Survei Kinerja Akuntabilitas Program KKBPK (SKAP) BKKBN Tahun 2018. Walaupun tergolong rendah, prevalensi tersebut naik dibanding tahun 2017. Indeks tahun 2017 sebesar 52,4 persen.

Untuk meningkatkan pengetahuan reproduksi remaja, sejak tahun 2000 BKKBN telah melaksanakan Program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR). Dalam lima tahun terakhir, program KRR telah dikemas ulang. Saat ini program KRR dikenal dengan program Ketahanan Remaja dengan tagline "Generasi Berencana", yang disingkat "GenRe".

“Melalui "GenRe", remaja dibina dan diarahkan untuk mampu menjalani masa transisi kehidupan remaja. Masa transisi yang dimaksud ada lima. Ini dikenalnya Lima Transisi Kehidupan (Five Life Transitions),” imbuh Sigit dalam Seminar Nasional dalam Rangka Hari AIDS Sedunia di Hotel Horison, Jayapura beberapa hari lalu.

Masa transisi meliputi, melanjutkan sekolah (continue learning), mencari pekerjaan (start working), memulai kehidupan berkeluarga (form families), menjadi anggota masyarakat (exercise citizenship), dan mempraktikkan hidup sehat (practice healthy life).



Sumber Artikel : https://www.liputan6.com/health/

FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab


 

Database Error

Please try again. If you come back to this error screen, report the error to an administrator.