FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab




Author Topic: Mengapa Kalender Tidak Sering Lagi Digunakan Sebagai Cara Menghitung Kehamilan  (Read 122 times)

Offline BuAntha

  • Newbie
  • *
  • Posts: 30


Sebenarnya, bagaimana sih cara menghitung usia kehamilan? Mengingat setiap metode terkadang memberikan hari perkiraan lahir yang berbeda-beda. Jika sudah begitu, Bunda menjadi bingung, yang mana ya yang paling tepat. Sesungguhnya, ada 2 cara yang umum dilakukan dlam menghitung usia kehamilan. Yang pertama adalah dengan HPHT atau Hari Pertama Haid Terakhir. Dan yang kedua adalah dengan menggunakan USG. Untuk itu, mari kita bahas satu persatu!


Menghitung keakuratan Usia Kehamilan Dengan HPHT

Hamil adalah satu kabar bahagia bagi setiap pasangan. Dan ketika Bunda mengetahui positif hamil, maka Bunda pasti akan segera mempersiapkan hal-hal menyangkut calon buah hati. Salah satunya adalah menanti masa kelahiran. Padahal tujuan utama menentukan usia kehamilan adalah untuk melihat tumbuh kembang janin, apakah sesuai dengan usianya atau tidak. Namun, bagi semua ibu, melahirkan menjadi suatu penantian yang mendebarkan yang selalu sepaket dengan kebahagiaannya.

Saat ini, salah satu metode yang digunakan oleh bidan dalam menentukan usia kehamilan adalah dengan patokan hari pertama haid terakhir. Apabila hitungannya tepat, maka Bunda kan melahirkan tepat 40 minggu setelah hari pertama haid terakhir . meskipun demikian, ada kemungkinan Bunda belum mengalami kehamilan hingga 2 minggu setelah HPHT, yang kemungkinan bayi akan lahir pada usia 38 minggu. Namun demikian, penghitungan dengan metode ini hanya dapat dinyatakan akurat apabila dilakukan pada Bunda yang mengalami siklus menstruasi rutin, setidaknya 6 bulan sebelum masa kehamilan. Nah, bagi Bunda yang memiliki siklus haid tak teraturr tentu metode ini kurang dapat memberikan informasi yang akurat.

Kelemahan lain dari cara menghitung usia kehamilan dengan HPHT adalah banyak wanita yang tak ingat kapan hari pertama haid terakhirnya. Padahal, hal ini sangat berkaitan dengan masa ovulasi wanita yang umumnya terjadi pada 14 hari setelah Hari pertama haid terakhir tersebut. Ini pun, jika Bunda memiliki siklus haid teratur 28 hari. Penghitungan dengan metode ini akan berbeda lagi untuk Bunda dengan siklus haid 30 - 40 hari. Itulah mengapa, penghitungan usia kehamilan menggunakan metode ini kini sudah mulai ditinggalkan, dan para medis mulai beralih ke teknologi USG.


USG Lebih Akurat Untuk Menghitung Usia Kehamilan

USG atau Ultrasonografy adalah teknologi tinggi gelombang suara yang dapat mengidentifikasi gerakan organ jauh didalam lapisan kulit. Dengan USG Bunda dapat melihat gambaran janin yang ada di dalam rahim Bunda yang tampil pada layar USG. Disana juga akan terlihat organ rahim Bunda. Tak heran, Jika USG juga dapat digunakan untuk melihat perkiraan jenis kelamin, kelainan pada bayi dan kemungkinan medis lainnya.

Tak perlu tiap bulan, sebetulnya USG hanya perlu dilakukan sebanyak 3 kali saja selama masa kehamilan, kecuali, memang ada kondisi tertentu yang mengharuskan dokter terus memantau kondisi janin di dalam rahim. Jika tidak, Bunda dapat melakukan USG pada usia kehamilan menginjak trimester awal, trimester kedua dan trimester akhir.

USG dinyatakan mampu menghitung usia kehamilan secara tepat. Terutama saat di lakukan pada awal kehamilan. Pada masa ini, ukuran janin masih sangat kecil sehingga memungkinkan untuk ditampilkan secara utuh. Untuk dapat menghitung usia kehamilan dengan tepat, maka USG dapat dilakukan pada saat kehamilan memasuki usia 13 minggu. Untuk menentukan usia janin, dapat diukur dari panjang tubuh, besar lingkar kepala dan panjang kaki janin.

Selain dapat menentukan usia kehamilan, dengan USG bunda juga dapat melihat adanya detak jantung pada janin, kondisi dan posisi plasenta serta kemungkinan adanya gangguan ataupun kelainan pada janin. Selanjutnya, pada trimester 2 dan 3, manfaat USG akan lebih banyak lagi. Yaitu untuk melihat adanya kemungkinan down syndrome, kondisi air ketuban dan untuk memantau tumbuh kembang janin selama ada didalam kandungan.

Sejauh ini, USG dinyatakan aman untuk Bunda dan janin. Bahkan, USG jauh lebih aman jika dibandingkan dengan rontgen atau sinar X. Selain itu, kelebihan lain dari USG adalah merupakan salah satu teknologi non radiasi, yang tak menimbulkan rasa sakit sama sekali. Pada awal kehamilan, jika Anda ingin melakukan USG sebaiknya jangan melakukan buang air kecil terlebih dahulu. Kandung kemih yang penuh dapat mempermudah proses pemeriksaan dengan USG karena cairan yang tertampung dalam kandung kemih dapat menjadi media gelombang suara. Berbeda halnya ketika usia kehamilan sudah lebih besar. Makan, air ketuban lah yang berfungsi sebagai perantara gelombang suara.


Kalkulator Kehamilan Online

Nah, ini merupakan salah satu aplikasi terkini yang dapat Bunda unduh melalui gawai pribadi Bunda. Cara menghitung usia kehamilan dengan kalender online hampir sama dengan metode HPHT. Anda perlu memasukkan hari pertama haid terakhir, dan Bunda dapat langsung meilhat hasilnya.


Sistem Fundus Urteri

Nah, kalau yang satu ini adalah cara menghitung usia kehamilan secara manual. Cara ini biasa digunakan oleh bidan-bidan mandiri. Yaitu dengan menghitung jarak antara tinggi fundus atau puncak tertinggi rahim sampai ke tulang kemaluan. Berbeda dengan pemeriksaan menggunakan USG yang sebaiknya menjaga kantong kemih agar tetap penuh, dengan menghitung fundus rahim, Bunda malah harus mengosongkan kandung kemih.

Sejauh ini, metode pengukuran fundus urteri masih masuk ke dalam cara mengukur usia kehamilan yang akurat. Adapun beberapa hal yang membuat penggunaan metode ini tak sesuai adalah, bentuk fisik ibu hamil yang terlalu gemuk atau terlalu tinggi, adanya kemungkinan kehamilan kembar, kondisi kandung kemih penuh atau beberapa penyebab lainnya. Jadi, Bunda mau mencoba metode yang mana untuk melihat hari perkiraan lahir?



Sumber Artikel  : www.ibudanbalita.com
« Last Edit: September 21, 2018, 10:53:12 AM by yeobeseyo »

FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab


 

Database Error

Please try again. If you come back to this error screen, report the error to an administrator.