FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab




Author Topic: Menebar Semangat Menyusui Meski Hari ASI Sedunia Sudah Berakhir  (Read 109 times)

Offline BuAntha

  • Newbie
  • *
  • Posts: 29

Bulan Agustus, tepatnya tanggal 1 hingga tanggal 7 merupakan Hari ASI Sedunia. Biasanya disebut dengan breastfeeding week. Momen ini digunakan untuk menebarkan semangat bagi setiap ibu untuk memberikan ASI.

Mungkin bunda ingin tahu kenapa kok sampai ada Hari ASI Sedunia. Tidak lain ini dilakukan untuk membuat para ibu sadar pentingnya memberikan ASI eksklusif. Setidaknya, bayi hingga usia 6 bulan mendapatkan ASI saja. Setelah itu, bayi diberi makanan tapi ASI tetap diberikan hingga anak berusia 2 tahun.

Sayangnya, banyak yang melakukan pelanggaran. Bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif. Bayi di bawah 6 bulan sudah diberi makanan. Meskipun makanan itu lembek, tetap saja itu tidak boleh.

Untuk itulah mengapa sekarang ada peringatan Hari ASI Sedunia untuk mengingatkan bahwasannya pemberian ASI itu sangat penting. Tentu ini hanya menjadi salah satu instrument saja. Tetap saja diperlukan edukasi agar para ibu mengerti mengapa ASI eksklusif harus diberikan. Selain itu, mereka juga harus mengerti bagaimana cara agar produksi ASI banyak, seperti mengkonsumsi susu untuk ibu menyusui, makan makanan tertentu, dan juga dukungan dari luar.


Beberapa Ibu Menolak Merayakan Hari ASI

Apakah semua orang merayakan Hari ASI Sedunia? Tentu saja tidak. Mereka yang tidak memberikan ASI eksklusif tidak akan merayakannya. Namun, bunda juga harus tahu ada lho ibu-ibu yang memberikan ASI tapi memilih untuk tidak merayakan.
Sebenarnya, peringatan semacam ini dilakukan di kota-kota besar yang notabene banyak ibu yang melek mengenai media sosial dan punya concern terhadap masalah pemberian ASI. Hal semacam ini tidak ada di kota kecil atau bahkan di desa. Padahal, di sana, banyak ibu yang memberikan ASI. Hanya saja karena itu sudah menjadi kebiasaan turun menurun, bukan hal yang istimewa, maka mereka tidak merasa perlu untuk merayakannya. Selain itu, mereka juga mungkin tidak tahu kalau ada Hari ASI Sedunia.

Akan tetapi, ada juga ibu yang tinggal di kota, memberikan ASI, tapi menolak untuk merayakan Hari ASI. Ada pertimbangan tentunya. Mereka sadar bahwa ada banyak sekali ibu di luar sana yang tidak bisa memberikan ASI. Alasannya bermacam-macam. Dan dengan merayakan hari ASI, itu sama dengan menabung genderang perang. Memang perayaan ini bagus tapi di sisi lain menyinggung perasaan para ibu yang tidak memberikan ASI.

Kalau bunda, apakah ikut merayakan hari ASI dengan cara memposting di akun media sosial atau blog bunda? Tentu saja itu pilihan bunda dan bunda punya alasan untuk ikut atau tidak.


Masalah Yang Banyak Ibu Hadapi

ASI merupakan rejeki. Bagi wanita yang sudah mengandung dan melahirkan anak, ASI akan keluar dengan sendirinya, kecuali ada masalah kesehatan tertentu. Hanya saja, untuk memberikan ASI hingga usia anak 2 tahun memerlukan perjuangan yang sangat berat. Apalagi bagi wanita karir. Jelas tidak mudah untuk melakukan hal tersebut.

Untuk itu, banyak wanita karir yang berhasil memberikan ASI tanpa harus keluar dari tempat kerja memberikan tips-tips penting.


Minum Susu

Ini yang utama. Pasalnya, ASI akan diproduksi tubuh jika tubuh sehat. Dan untuk memastikan tubuh sehat, maka nutrisi yang dibutuhkan oleh seorang ibu harus terpenuhi. Itulah mengapa siapa saja yang ingin sukses memberikan ASI eksklusif disarankan untuk mengkonsumsi susu.


Support System

Ini juga tak kalah penting dibandingkan dengan susu. Yang dimaksud support system adalah dukungan dari luar. Faktanya, keberhasilan pemberian ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh dukungan dari orang-orang terdekat, terutama suami, orang tua, dan mertua. Dalam hal ini, suami sangat memberikan peran yang begitu besar.

Apa yang harus dilakukan oleh suami? Dukungan ditunjukkan dengan cara membantu pekerjaan rumah. Dengan demikian, istri tidak perlu lagi mengerjakan pekerjaan rumah. Jadi, istri punya waktu lebih banyak untuk mengurus sang buah hati.

Dukungan semacam ini juga akan mengurangi stress bunda. Dan bunda harus tahu stress sangat berpengaruh terhadap produksi ASI. Kebanyakan ibu yang gagal memberikan ASI bukan karena mereka tidak mendapatkan nutrisi yang cukup melainkan mereka sering stress. Inilah yang menyebabkan banyak wanita karir yang gagal memberikan ASI eksklusif.


Stress Management

Tahukah bunda bahwa saat menyusui bunda mudah sekali tersulut amarah? Ini bisa dikarenakan faktor dari dalam dan juga dari luar. Dari dalam bisa disebabkan karena bunda merasa lelah dan bosan karena beberapa bulan harus mengurus bayi di dalam rumah. Stress juga bisa disebabkan oleh faktor dari luar, seperti masalah kantor karena bunda sudah harus bekerja.

Apapun alasannya, bunda harus pintar dalam mengatur stress. Jangan biarkan stress menguasai diri bunda. Tapi bunda harus mengendalikan stress.

Mulailah dengan hal yang sederhana seperti mengatur jadwal harian, melakukan olahraga rutin, luangkan waktu dengan suami untuk bersantai, dan pastikan punya me time seperti menonton film drama favorit sambil ngemil dan minum susu untuk ibu menyusui. Jadi, bunda tidak hanya merasa seolah-olah waktu bunda sudah habis untuk mengurus sang buah hati.

Sebenarnya, bunda tidak perlu juga "koar-koar" di media sosial untuk merayakan Hari ASI Sedunia. Dengan memastikan bunda berhasil memberikan ASI, itu sudah cukup sebagai kampanye ASI eksklusif.



Sumber Artikel : www.ibudanbalita.com
« Last Edit: August 24, 2018, 11:47:32 AM by yeobeseyo »

FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab


 



Copyright © FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab