FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab




Author Topic: Seputar Alergi Si Kecil Yang Perlu Ibu Ketahui  (Read 122 times)

Offline BuAntha

  • Newbie
  • *
  • Posts: 29
Seputar Alergi Si Kecil Yang Perlu Ibu Ketahui
« on: July 18, 2018, 09:54:43 AM »


Berbicara seputar alergi si kecil, ternyata ada banyak hal disekitar kita yang menjadi pemicu kemunculan alergi. Beberapa reaksi orang tua pun bermunculan kala melihat gejala alergi pada anak. Dalam kasus yang ringan, alergi dapat menimbulkan ruam kemerahan pada kulit, atau bentol-bentol.  Sedangkan dalam kasus yang berat, alergi dapat menyebabkan gangguan pernafasan sampai terjadi gagal nafas.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat mengetahui anak terkena alergi, adalah memastikan bahwa anak masih dalam kondisi sadar. Dalam kondisi ringan, anak alergi masih dapat ditangani sendiri dirumah. Yaitu, dengan mengurangi gejala alergi. misalkan, terjadi ruam pada kulit atau bento, bisa di atasi dengan mengoleskan minyak telon, aromaterapi atau parutan bawang merah yang dicampur dengan baby oil. Namun, jika dirasa gejala nya semakin berat, segera bawa ke klinik terdekat untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan yang lebih tepat.


Gejala Alergi Pada Anak

Alergi adalah suatu kondisi dimana seseorang intoleran atak tidak dapat menerima hal tertentu. Dimana, tubuh akan mengirimkan sinyal ke otak, bahwa ada benda asing yang tak dapat diterima. Pada kondisi ini, tubuh akan secara otomatis membentuk antibodi dan mengeluarkan enzim histamin, sebagai alarm. Kemudian, muncul gejala-gejala alergi sebagai pertanda bahwa tubuh tak dapat mentoleransi benda asing tersebut.

Gejala alergi umumnya muncul beberapa lama hingga beberapa hari. Namun, ada juga yang muncul seketika. Biasanya berupa ruam, gatal, kulit kemerahan. Ada pula yang menyerang sistem pencernaan, kemudian terjadilah mual, muntah, hingga diare. Dalam sistem pernafasan, alergi akan menimbulkan gejala sesak nafas, denyut jantung menjadi lebih cepat dan nafas berbunyi.


Penyebab Alergi Yang Perlu Diwaspadai

Penyebab atau pencetus terjadinya alergi biasa disebut dengan alergen. Alergen sendiri dapat dibagi menjadi 2. Yakni alergen yang berasal dari makanan atau minuman dan alergen yang bukan berasal dari makanan atau minuman.

Makanan adalah pencetus utama alergi pada anak. Seiring dengan bertambahnya usia, alergi terhadap makanan tertentu akan berkurang, atau bahkan bisa hilang. Beberapa jenis makanan yang dapat menyebabkan alergi yaitu kacang-kacangan, susu, telur, makanan laut (udang, ikan, kerang, dll), dan produk susu (keju, yogurt)

Alergen bukan dari makanan atau minuman
Sedangkan selain makanan, ternyata ada juga hal-hal yang dapat memicu terjadinya alergi pada si kecil. yaitu:
- Sesuatu yang terhirup: debu, bulu kucing, serbuk sari pada bunga
- Kontak kulit:  biasanya yang mengandung bahan kimia seperti sabun, sampo, logam.
- Cuaca juga dapat menjadi pemicu terjadinya alergi. bila si kecil tak bisa mentoleransi cuaca dingin, maka ia akan terkena alergi dingin.

Biasanya berupa batuk, pilek, atau gatal pada kulit. Sebaliknya, pada cuaca panas, biasanya menimbulkan reaksi alergi berupa ruam kemerahan pada kulit, hingga gatal-gatal.


Waspada! Alergi Dapat Menyebabkan Komplikasi

Dalam beberapa kasus, alergi ternyata dapat menyebabkan gangguan yang berat pada beberapa organ tubuh. Pada otak, alergi dapat memberi efek pusing yang terjadi berulang-ulang. Kemudian, alergi juga dapat mengakibatkan gangguan sistem kerja syaraf otak. Akibatnya, beberapa anak dengan alergi tertentu mengalami gangguan perilaku. Seperti hiperaktif, autisme, sulit berkonsentrasi, keterlambatan bicara, hingga emosional.

Dalam segi yang lain, alergi juga dapat mengakibatkan malnutrisi pada si kecil. yang terjadi adalah anak yang alergi terhadap makanan atau minuman tertentu namun tak terdeteksi oleh orang tua. Sehingga, saat anak mengkonsumsi makanan tersebut, anak akan mengalami perut kembung, mual, muntah bahkan diare. Dampak buruknya dapat mengganggu tumbuh kembang anak secara fisik. Terhambatnya perkembangan dan pertumbuhan fisik Anak dapat ditandai dengan berat badan yang tak sesuai dengan usianya. Bahkan tertinggal jauh dengan teman-teman sebayanya. Begitu pula yang terjadi pada tinggi badannya.

Alergi pada si kecil yang menyerang organ pencernaan, dapat ditandai dengan rewel terus menerus. Anak juga mengalami kesulitan untuk tidur. Kemudian, kolik, yaitu suatu kondisi dimana anak menangis didalam tidur malamnya. Jika kondisi seperti ini tak segera ditangani dengan tepat, maka kesehatannya akan ikut terganggu.


Mengatasi Alergi pada Si Kecil

Hal pertama yang harus dilakukan saat menghadapi gejala alergi pada anak adalah Jangan Panik. Meskipun mungkin ini sulit ya. terutama bagi anda yang belum pernah mengalami hal serupa sebelumnya. Tapi, memang ini yang harus dilakukan.
 
Kemudian, kenali gejala alergi yang terjadi pada si kecil. lalu, berikan pertolongan pertama. Jika yang terjadi, gejala alergi muncul di kulit, seperti ruam dan gatal-gatal, redakan dengan mengoles minyak pada kulit buah hati Anda.  Apabila alergi muncul menyerang organ pernafasan, pastikan tak ada benda atau makanan yang akan membuat tersedak. Lalu, miringkan posisi buah hati Anda. Kemudian jika alergi yang menyerang pencernaan, Anda dapat menyediakan menu makanan yang berserat.  Jika alergi tak kunjung mereda, segera bawa ke dokter spesialis anak.

Alergi pada si kecil, hanya dapat dihindari dengan menjauhi alergennya. Dan juga, dengan meningkatkan sistem imun anak. Untuk terus menjaga daya tahan tubuh, berikan menu seimbang yang padan nutrisi untuk anak. Perbanyak minum air putih, sayur, dan buah. Lalu, anda dapat mengajak si kecil bermain dibawah sinar matahari pagi. Ini dapat memberikan energi positif pada buah hati Anda. Dengan begitu, anak akan lebih fit.  Jangan lupa, untuk selalu waspada dalam mengawal tumbuh kembang si kecil.



Sumber Artikel : www.nutriclub.co.id
« Last Edit: July 23, 2018, 12:19:23 PM by yeobeseyo »

FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab

Seputar Alergi Si Kecil Yang Perlu Ibu Ketahui
« on: July 18, 2018, 09:54:43 AM »


 



Copyright © FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab