FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab




Author Topic: Meski Tidak Pernah Berganti Pasangan, Anda Bisa Terkena HPV  (Read 56 times)

Offline yeobeseyo

  • Global Moderator
  • Sr. Member
  • *****
  • Posts: 382
    • Email
Oleh: Lutfy Mairizal Putra


Masyarakat awam mengidentikkan HPV (human papilloma virus) sebagai virus yang ditularkan melalui aktivitas seksual. Padahal, selain melalui hubungan kelamin, HPV juga bisa disebarkan melalui tangan dan makanan, misalnya dengan makan menggunakan tangan. Prof Andrijono, SpOG (K), staf dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM mengatakan, penyebar HPV paling banyak lewat aktivitas seksual. Tapi ada juga lewat tangan. Nanti suami-istri jadi ramai, dikira ada orang ketiga, padahal tangannya yang kotor.

Selain itu, benda-benda di sekitar juga ikut berperan dalam penyebaran HPV. Andrijono menuturkan, sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris menyebutkan bahwa HPV positif terdapat pada gagang pintu. “Lalu, toilet kotor juga jadi sumber penularan. Kotor, lembab, tidak kena sinar matahari, (tentu) virusnya banyak. Kalau laki-laki posisinya berdiri jadi tidak masalah, tapi kalau perempuan kan harus jongkok atau duduk, bisa kecipratan. Tukar-tukaran celana dalam juga potensial menyebarkan,” ucap Andrijono.

Jika sudah terinfeksi, HPV bisa menyebabkan berbagai jenis kanker, termasuk kanker serviks, mulut, tenggorokan, lidah, dan dubur. Lalu, tidak hanya perempuan, laki-laki juga berpotensi terinfeksi HPV dan menderita kutil kelamin, kanker dubur, dan kanker penis. Sayangnya, infeksi HPV tidak memiliki gejala tertentu. Untuk itu, pemeriksaan laboratorium perlu dilakukan dalam mengetahui kemunculan HPV. Salah satunya melalui Pap smear, yaitu mengambil sampel dari sel leher rahim untuk melihat kondisi sel. Pap smear dapat dilakukan setiap tahun dengan biaya sekitar RP 400.000-450.000.


Lalu, HPV juga bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi. Agar efektif, vaksinasi HPV perlu diberikan dalam rentang usia sembilan hingga 44 tahun. Andrijono mengatakan, pada usia sembilan sampai 14 tahun, vaksinasi dilakukan sebanyak dua kali. Sedangkan usia 14 hingga 44 tahun, vaksinasi dilakukan sebanyak tiga kali. “Tiga kali suntik, pada bulan pertama, bulan kedua, bulan keenam. Kalau di atas 44 tahun sudah tidak perlu karena sudah mendekati menopause. Sekali suntik bisa Rp 600.000,” ujar Andrijono. Bila rangkaian suntik vaksinasi HPV telah selesai, imunitasnya mampu bertahan selama 17 tahun. Namun, penelitiannya terhadap vaksinasi HPV masih berkembang sehingga dimungkinkan untuk jangka waktu lebih panjang.



Sumber Artikel: http://sains.kompas.com/

FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab


 



Copyright © FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab