FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab



Recent Posts

Pages: [1] 2 3 ... 10
1
Lain-lain / Ini Tips Mudik Aman untuk Penderita Hipertensi
« Last post by yeobeseyo on June 21, 2017, 05:02:03 PM »
Oleh: Dian Maharani


Pulang ke kampung halaman atau mudik merupakan salah satu tradisi jelang Hari Raya Idul Fitri yang sangat dinanti.

Selama mudik, jangan lupa tetap menjaga kesehatan. Apalagi, jika menempuh perjalanan darat yang jauh dan macet. Bagi orang yang memiliki masalah kesehatan seperti hipertensi, ada beberapa tips untuk menjaga kesehatan selama mudik.


Pasien hipertensi harus patuh minum obat selama mudik.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Rossana Barack mengatakan, biasanya pasien hipertensi sudah dibekali obat untuk perjalanan jauh ke kampung halaman.

"Obatnya jangan lupa dibawa. Jangan sampai ketinggalan, jangan sampai kehabisan. Minumlah sesuai jadwal," ujar dokter yang akrab disapa Nako ini.


Istirahatlah yang cukup.

Nako mengatakan, saat ingin mudik pasti sudah tahu risiko yang akan dihadapi. Salah satunya adalah macet. Menurut Nako, jika sudah merasa lelah, segera istirahat.

Hal ini juga untuk menghindari stres di jalan. Sebab, stres bisa memicu naiknya tekanan darah.


Kendalikan asupan makanan.

Dokter yang praktik di Rumah Sakit MMC ini mengatakan, hindari makan berlebihan baik selama mudik maupun saat lebaran.

Biasanya, hidangan lebaran begitu banyak dan muncul rasa ingin mencoba semua makanan yang tersaji di meja makan.

Menurut Nako, ketiga tips mudik yang aman bagi pasien hipertensi tersebut sangat sederhana dan mudah diterapkan. Intinya, tekanan darah harus terkontrol selama mudik. Jangan sampai terjadi tekanan darah tinggi yang memicu timbulnya penyakit lain, seperti stroke.
2
Oleh: Benedikta Desideria


Kondisi kesuburan (fertilitas) pasangan kerap yang menjadi sorotan utama saat pasangan melakukan premarital checkup jelang menikah. Namun ada kondisi kesehatan lain dari masing-masing pasangan yang sebenarnya juga perlu dilakukan pengecekan.

Dokter kebidanan dan kandungan, Bramundito, mengungkapkan selain kesuburan pasangan perlu mengetahui kondisi kesehatan lain seperti penyakit menular dan kronis, sehingga bisa dilakukan pencegahan atau pengobatan sebelum menikah. "Sebagai calon suami istri harus tahu suami ada hepatitis tidak, HIV atau penyakit menular seksual lainnya atau tidak, sehingga nanti bisa dilakukan upaya pencegahan," kata pria yang akrab disapa dokter Bram.

Memang tidak ada standar pemeriksaan apa saja yang perlu dilakukan. Paling tidak, dokter Bram mengatakan pasangan yang akan menikah sebaiknya melakukan tes kesehatan hepatitis, HIV, dan TBC.

"Dengan premarital checkup, seseorang jadi lebih mengenal pasangannya serta bisa mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menjaga dan merawat satu sama lain tetap sehat," pesannya.



Sumber Artikel: http://health.liputan6.com/
3
Menopouse / Menopause Dini Mengintai Wanita yang Tak Memiliki Anak
« Last post by yeobeseyo on June 16, 2017, 04:56:42 PM »
Oleh: Benedikta Desideria


Wanita yang tidak memiliki anak berisiko mengalami menopause dini, sehingga wanita ini berhenti menstruasi minimal 12 bulan berturut-turut di awal usia 40-an tahun. Dalam studi yang dipublikasikan jurnal Human Reproduction mengungkapkan wanita yang tidak pernah hamil memiliki risiko dua kali lipat mengalami menopause dini. Selain faktor ini, risiko wanita mengalami menopause dini makin meningkat bila wanita tersebut menstruasi di usia terlalu muda.

Lalu, bagaimana bila wanita tersebut mendapatkan menstruasi usia muda dan tidak memiliki anak? Hasil studi menyebutkan risiko mengalami menopause dini lima kali lebih tinggi. "Jika hasil temuan dari studi kami bisa dimasukkan ke dalam pedoman klinis. Dokter bisa memiliki waktu bagi wanita 35 tahun untuk melakukan sesuatu untuk mempersiapkan wanita ini untuk kemungkinan menopause dini," kata pimpinan studi, Gita Mishra dari University of Queensland, Australia.

Dokter juga bisa melakukan pengecekan faktor-faktor apa saja yang bisa memicu menopause dini. Jika faktor gaya hidupnya bisa memicu semakin menurunkan kesehatan reproduksi seperti merokok, dokter bisa memberi saran untuk memperlambat datangnya menopause dini.

Hasil studi dari Imperial College London menyebutkan, menopause dini memberikan dampak kesehatan kepada wanita,seperti membuat wanita tersebut rentan terhadap serangan jantung, stroke dan penyakit tulang di kemudian hari. Fakta ini diketahui lewat studi yang melibatkan 51.000 wanita di Australia, Jepang, Inggris, dan negara-negara Skandinavia.



Sumber Artikel: http://health.liputan6.com/
4
Oleh: Lutfy Mairizal Putra


Masyarakat awam mengidentikkan HPV (human papilloma virus) sebagai virus yang ditularkan melalui aktivitas seksual. Padahal, selain melalui hubungan kelamin, HPV juga bisa disebarkan melalui tangan dan makanan, misalnya dengan makan menggunakan tangan. Prof Andrijono, SpOG (K), staf dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM mengatakan, penyebar HPV paling banyak lewat aktivitas seksual. Tapi ada juga lewat tangan. Nanti suami-istri jadi ramai, dikira ada orang ketiga, padahal tangannya yang kotor.

Selain itu, benda-benda di sekitar juga ikut berperan dalam penyebaran HPV. Andrijono menuturkan, sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris menyebutkan bahwa HPV positif terdapat pada gagang pintu. “Lalu, toilet kotor juga jadi sumber penularan. Kotor, lembab, tidak kena sinar matahari, (tentu) virusnya banyak. Kalau laki-laki posisinya berdiri jadi tidak masalah, tapi kalau perempuan kan harus jongkok atau duduk, bisa kecipratan. Tukar-tukaran celana dalam juga potensial menyebarkan,” ucap Andrijono.

Jika sudah terinfeksi, HPV bisa menyebabkan berbagai jenis kanker, termasuk kanker serviks, mulut, tenggorokan, lidah, dan dubur. Lalu, tidak hanya perempuan, laki-laki juga berpotensi terinfeksi HPV dan menderita kutil kelamin, kanker dubur, dan kanker penis. Sayangnya, infeksi HPV tidak memiliki gejala tertentu. Untuk itu, pemeriksaan laboratorium perlu dilakukan dalam mengetahui kemunculan HPV. Salah satunya melalui Pap smear, yaitu mengambil sampel dari sel leher rahim untuk melihat kondisi sel. Pap smear dapat dilakukan setiap tahun dengan biaya sekitar RP 400.000-450.000.


Lalu, HPV juga bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi. Agar efektif, vaksinasi HPV perlu diberikan dalam rentang usia sembilan hingga 44 tahun. Andrijono mengatakan, pada usia sembilan sampai 14 tahun, vaksinasi dilakukan sebanyak dua kali. Sedangkan usia 14 hingga 44 tahun, vaksinasi dilakukan sebanyak tiga kali. “Tiga kali suntik, pada bulan pertama, bulan kedua, bulan keenam. Kalau di atas 44 tahun sudah tidak perlu karena sudah mendekati menopause. Sekali suntik bisa Rp 600.000,” ujar Andrijono. Bila rangkaian suntik vaksinasi HPV telah selesai, imunitasnya mampu bertahan selama 17 tahun. Namun, penelitiannya terhadap vaksinasi HPV masih berkembang sehingga dimungkinkan untuk jangka waktu lebih panjang.



Sumber Artikel: http://sains.kompas.com/
5
Keluarga Berencana / Spiral: Cara Jitu Menghindari Kehamilan
« Last post by yeobeseyo on June 14, 2017, 03:41:18 PM »
Oleh: dr. Anita Amalia Sari


Perencanaan keluarga merupakan suatu hal yang sangat penting dalam sebuah rumah tangga. Bagi seorang wanita, usia 20 hingga 35 tahun merupakan waktu yang tepat untuk hamil dan melahirkan karena memiliki risiko paling rendah bagi ibu dan janin yang dikandung. Setelah melahirkan, jarak terbaik antar melahirkan dengan hamil berikutnya adalah 2 hingga 4 tahun.

Hal ini bertujuan agar dapat menurunkan risiko pada kehamilan dan persalinan berkutnya serta merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalkan kasih sayang dan perhatian orangtua terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.

Saat ini banyak sekali metode yang dapat digunakan untuk mencegah atau merenggangkan kehamilan. Salah satu metode yang dikenal cukup efektif adalah metode alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) / intra uterine device (IUD) atau yang lebih dikenal awam dengan sebutan “spiral”.

Lalu apa yang dimaksud dengan AKDR? Berikut ini penjelasannya:


Apa yang dimaksud dengan AKDR?

AKDR merupakan sebuah metode pencegahan kehamilan dengan cara memasukkan alat ke rahim. Alat tersebut akan menimbulkan reaksi peradangan lokal di dalam rahim sehingga menghambat terjadinya pembuahan. AKDR juga menghambat pergerakan sperma sehingga memaksa sperma berenang melawan arus.


Kapan sebaiknya memasang AKDR?

Sebaiknya pemasangan AKDR dilakukan saat haid untuk memastikan bahwa saat tersebut Anda memang sedang tidak haid selain itu saat haid mulut rahim lebih elastis dan mudah membuka sehingga memudahkan untuk memasukkan AKDR. Namun sebenarnya pemasangan AKDR dapat dilakukan kapanpun dengan syarat diketahui bahwa sedang tidak hamil.


Pengguna AKDR diwajibkan untuk kontrol ke dokter kandungan dan kebidanan setidaknya setahun sekali salah satunya untuk mengetahui letak AKDR. Anda tidak perlu takut untuk memasang AKDR, selama dilakukan oleh tenaga ksehatan yang berkompetensi kemungkinan lepasnya AKDR sangat kecil.



Sumber Artikel: www.klikdokter.com
6
Remaja / 5 Langkah Cegah Gangguan Makan Makin Buruk pada Remaja
« Last post by yeobeseyo on June 12, 2017, 04:41:59 PM »
Oleh: Lily Turangan


Sebagai orangtua, tidak ada yang lebih penting selain kebahagiaan anak Anda. Itulah mengapa begitu menakutkan jika melihat anak remaja Anda mulai ogah-ogahan makan.

Ketika Anda berhasil memaksanya makan sepiring nasi dan lauk pauk, anak langsung masuk ke kamar mandi.

Menurut situs kesehatan Healthline, lebih dari separuh gadis remaja dan sepertiga remaja pria memiliki perilaku tidak sehat terkait keinginan mereka mengontrol berat badan demi penampilan. Mereka melakukan:


1. Melewatkan waktu makan.
2. Sengaja puasa demi cepat menguruskan badan.
3. Memuntahkan lagi makanan yang dimakannya.
4. Minum obat pencahar sembarangan.



Jika Anda curiga anak remaja Anda mungkin memiliki gangguan makan, coba amati pola makannya. Ada perbedaan jelas antara sesekali diet dengan gangguan makan.

Berbicara dengan anak usia remaja tentang gangguan makan adalah hal yang baik untuk mencegah mereka terjerumus ke dalam obsesi semu yang membahayakan kesehatan.

Anda juga perlu tahu bahwa gangguan makan ada tiga jenis, anoreksia, bulimia, dan nafsu makan tidak terkendali.

Mengetahui sedikit tentang masing-masingnya, dapat membantu Anda menjawab pertanyaan anak. Inilah tip untuk memulai pembicaraan yang konstruktif dengan remaja Anda.


1. Tetapkan waktu dan tempat

Beritahu remaja bahwa Anda ingin berbicara dengan mereka tentang sesuatu yang penting. Bahkan jika anak Anda membalas pemberitahuan Anda dengan alis berkenyit dan bibir cemberut, katakan bahwa pembicaraan tetap harus terjadi.

Biarkan mereka tahu bahwa apa yang mungkin mereka lakukan adalah salah dan bisa membahayakan diri mereka sendiri.

Luangkan waktu bebas dan santai dan minta remaja melakukan hal yang sama. Pilih tempat yang tenang dan jika mungkin, tempat yang disukai anak remaja Anda.


2. Mulailah dengan pernyataan berawalan "Saya"

Jika Anda bingung bagaimana memulai percakapan tanpa harus menekan anak remaja Anda, pertimbangkan mengatakan sesuatu seperti "Saya merasa seperti ada sesuatu yang mengganggu kamu."

Atau mungkin Anda bisa merujuk ke suatu momen tertentu, seperti, "Saya melihat kamu tidak makan banyak saat makan malam kemarin. Apakah kamu baik-baik saja?".

Setelah itu, Anda ungkapkan kekhawatiran dan kasih sayang Anda kepadanya seperti, "Saya khawatir melihat kamu kurang nafsu makan."

Menggunakan kata "Saya" dalam berkomunikasi, akan dengan jelas menyatakan keprihatinan Anda tanpa menyalahkan dan membuat remaja Anda menjadi defensive, sehingga tidak mau berbicara.


3. Siap dengan reaksi keras atau tertutup dari remaja Anda

Pahami bahwa betapapun baiknya Anda mencoba menjalin komunikasi, remaja akan cenderung merasa privasinya dilanggar. Mungkin mereka akan menolak atau marah karena merasa terancam.

Seseorang dengan gangguan makan akan sangat keras menyembunyikan perilakunya. Mereka tidak suka dikonfrontasi.

Mungkin juga mereka merasa malu, karena tahu bahwa Anda memerhatikan perilaku yang mereka pikir sudah mereka sembunyikan dengan baik.

Coba untuk tetap tenang dan tidak menganggap reaksi remaja sebagai serangan kepada pribadi Anda. Mungkin, remaja akan berteriak atau menangis. Ini hanya bagian dari proses yang harus dilalui.


4. Dengarkan

Anda mungkin ingin segera mendapat jawaban atas kecurigaan Anda. Tapi, bisa jadi itu tak akan segera terwujud.

Setelah mengungkapkan kekhawatiran, duduk dengan tenang dan siap berdiam diri untuk mendengarkan apapun yang akan anak remaja Anda katakan. Tahan diri dulu untuk memberi saran, penilaian, atau komentar lainnya.

Anda mungkin tidak mengerti apa yang mereka alami, tapi itu akan membantu anak Anda. Mereka akan merasa, suara mereka didengarkan.


5. Berbagi dari hati

Sekali lagi, remaja Anda mungkin tidak memahami keseriusan akibat yang bisa ditimbulkan oleh gangguan makan. Mereka mungkin marah dan menganggap Anda sok pintar.

Tetap jelaskan bahwa kesehatan mereka adalah penting karena itu berkaitan dengan masa depan mereka. Jelaskan bahwa Anda sangat peduli dan ingin melihat mereka tetap sehat.

Jka Anda memiliki pengalaman pribadi yang mirip terkait gangguan makan, mungkin akan bermanfaat untuk berbagi cerita dengannya.

Jika remaja sudah terbuka dan kecurigaan Anda terkonfirmasi, mungkin ada baiknya untuk tidak segera mengirim mereka ke psikolog.

Anda harus memulai lagi dari awal tip untuk perlahan-lahan membuat mereka paham, mereka butuh bantuan. Sementara itu, Anda tetap harus membujuk mereka untuk tetap makan sesuai aturan kesehatan.



Sumber Artikel: http://sains.kompas.com
7
Kesehatan Ibu dan Anak / Tips Merawat Bayi di 3 Bulan Pertama
« Last post by yeobeseyo on June 12, 2017, 03:30:18 PM »
Oleh: Fitri Haryanti Harsono


Sebagai ibu baru, Anda harus mulai belajar mengetahui, apa sebenarnya si Kecil butuhkan. Misal, bagaimana menenangkan tangisan bayi, apakah ia lapar atau popoknya harus diganti.

Untuk membantu para ibu baru, ada beberapa tips yang bisa diterapkan. Harvey Karp, asisten profesor pediatri di University of Southern California, Amerika Serikat membeberkan tips merawat bayi pada tiga bulan pertama.

1. Berikan semua kebutuhan bayi

Setelah melahirkan, berikan bayi semua kebutuhan yang diperlukan dalam 12 minggu pertama. Anda bisa mengeksplorasi teknik untuk menenangkan bayi saat bayi menangis atau rewel.

Anda juga harus memerhatikan, pada tiga bulan pertama, bayi biasanya lebih banyak makan dan tidur. Perhatikan secara cermat, apakah si kecil rewel karena lapar atau ia tidak bisa tidur nyenyak.


2. Luangkan waktu untuk memulihkan kesehatan pasca melahirkan

Pada minggu-minggu awal, pemulihan kembali rahim menjadi sangat penting bagi Ibu. Bayi yang mungkin rewel biasa Anda gendong atau ditimang. Namun, Ibu juga perlu memerhatikan kesehatannya.

Sebaiknya tidak terlalu lama menggendong bayi menggunakan selempang. Hal ini dikarenakan agar energi yang dikeluarkan tidak besar dan cukup membiarkan tubuh segera pulih.


3. Minta bantuan untuk merawat bayi

Setelah  melahirkan, Anda pasti membutuhkan bantuan untuk merawat bayi. Kehadiran saudara-saudara terdekat atau kakek dan nenek amat diperlukan.

Anda mungkin bisa istirahat sejenak sekadar untuk mandi atau berjalan-jalan untuk memulihkan kesehatan.

Sebagai pendukung lain, Anda bisa menggunakan jasa asisten rumah tangga untuk menangani kebersihan rumah, baik dari persiapan makanan dan berbelanja. Hal ini akan meringankan  beban pekerjaan Anda dan Anda bisa fokus merawat bayi.

Momen tiga bulan pertama adalah momen yang sangat penting bagi bayi dan orang tua untuk saling mengenal satu sama lain.



Sumber Artikel: http://health.liputan6.com/
8
Kesuburan (Infertilitas) / Durasi Tidur yang Diperlukan agar Sperma Sehat
« Last post by yeobeseyo on June 09, 2017, 04:46:41 PM »
Oleh: Lusia Kus Anna


Pola tidur kita ternyata juga berpengaruh pada kualitas sperma. Agar kondisi sperma prima, seorang pria disarankan tidur 7-8 jam setiap malam.

Setelah menganalisis gaya hidup lebih dari 700 pasangan selama satu tahun, tim peneliti mengungkapkan bahwa pria yang tidur kurang dari 6 jam setiap malam memiliki kemungkinan 31 persen lebih rendah bisa membuahi istrinya dibandingkan dengan pria yang tidur 7-8 jam.

Sementara itu, tidur lebih dari 9 jam setiap malam berakibat lebih buruk karena kemungkinannya berhasil membuahi sel telur 49 persen lebih rendah.

Dalam penelitian ini, kehamilan digunakan sebagai indikator kesuburan pria, bukan data perhitungan sperma atau kemampuan berenang. Oleh karenanya, ada keterbatasan apakah durasi tidur berpengaruh langsung pada sel sperma.

Meski demikian, kurang tidur memang dapat mengurangi hormon testosteron yang sangat penting dalam produksi sperma.

Pria yang kurang tidur juga umumnya mempunyai gaya hidup yang buruk, seperti merokok atau minum alkohol, ataupun kegemukan, sehingga tentu berpengaruh pada sperma yang dihasilkan.

Jika Anda termasuk orang yang tidurnya tidak teratur atau selalu kurang dari yang direkomendasikan, ubahlah pola tidur tersebut paling tidak 3 bulan sebelum dimulainya program kehamilan.

Sel sperma matang dalam 72 hari sehingga dibutuhkan waktu lebih kurang 2 bulan untuk meningkatkan kesuburan.



Sumber Artikel: http://sains.kompas.com
9
Lain-lain / Inilah yang Terjadi pada Tubuh Saat Anda Puasa
« Last post by yeobeseyo on June 07, 2017, 05:01:14 PM »
Oleh: Fitri Syarifah


Selama Ramadan, umat Islam berpuasa mulai dari sebelum terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Puasa ini dilakukan selama kurang lebih 30 hari sebagai bagian dari perintah Allah SWT di dalam Alquran.

Sejumlah penelitian mengungkap manfaat kesehatan dari puasa. Namun tak banyak yang mengetahui apa yang terjadi pada tubuh setelah menjalani puasa.

Penulis Eating in Freedom, Tom McGregor menulis informasi menarik berikut:

Detoksifikasi Tahap 1 (Hari ke-1 sampai Hari ke-2)

Pada hari pertama puasa, kadar gula darah turun. Jantung melambat dan tekanan darah berkurang. Hal ini biasanya memicu sakit kepala, pusing, bau mulut, dan lidah yang berat. Namun ini tanda detoksifikasi mulai bekerja.


Detoksifikasi Tahap 2 (Hari ke-3 sampai Hari ke-7)

Lemak mulai dipecah untuk melepaskan gliserol dari molekul glikerida dan diubah menjadi glukosa. Kulit mungkin terasa lebih berminyak.

Beberapa orang mungkin mengalami masalah jerawat selama beberapa hari. Tapi di sisi lain, sistem pencernaan mulai bekerja dengan sangat baik dan memusatkan semua energi pada pembersihan dan penyembuhan.
Sel darah putih dan sistem kekebalan tubuh mulai meningkat. Anda mungkin merasa sesak, tapi ini merupakan proses pembersihan paru-paru.
Di dalam usus, usus besar juga mulai bekerja maksimal.


Detoksifikasi Tahap 3 (Hari ke 8 sampai Hari ke 15)

Anda akan mengalami peningkatan energi, pikiran lebih jernih dan merasa lebih baik. Selama puasa, proses penyembuhan tubuh sangat optimal.


Detoksifikasi Tahap 4 (Hari ke-16 sampai Hari ke 30)

Ada hari ketika lidah mulai berwarna merah muda dan napas segar. Ini artinya proses detoksifikasi hampir selesai.
Setelah hari ke 20 puasa, pikiran jadi lebih jernih. Keseimbangan emosional, memori, dan konsentrasi membaik.



Sumber Artikel: http://health.liputan6.com/
10
Tumor / Begini Cara Mengatasi Bintik Merah di Kulit Pertanda Tumor Jinak
« Last post by yeobeseyo on June 07, 2017, 03:46:01 PM »
Oleh: Sulung Lahitani Mardinata


Jika Anda tiba-tiba menemukan bintik atau titik merah pada kulit Anda, jangan panik. Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui terkait bintik merah tersebut. Titik merah tersebut biasa disebut angioma. Angioma merupakan sekumpulan tumor jinak yang berasal dari pembuluh darah dan pada umumnya ditemukan di bagian bawah kulit. Selain berwarna merah, terkadang angioma juga berwarna ungu.

Titik merah tersebut biasa disebut angioma. Angioma merupakan sekumpulan tumor jinak yang berasal dari pembuluh darah dan pada umumnya ditemukan di bagian bawah kulit. Selain berwarna merah, terkadang angioma juga berwarna ungu.

Ada dua alasan penyebab timbulnya angioma:

1. Usia

Kebanyakan orang yang mendapatkan angioma berusia 30 tahun atau lebih. Biasanya, angioma ini berupa bintuk cembung kecil yang terletak di lengan, bahu, atau tubuh bagian lainnya. Hal ini biasanya terjadi perubahan kulit dan pembuluh darah akibat faktor usia.


2. Gaya hidup

Jika angioma ini terlihat di beberapa tempat atau bahkan memiliki cabang pembuluh darah, hal itu mungkin menunjukkan ada yang salah dengan hati, penyakit pembuluh darah, atau kegagalan hormonal.


Apa yang harus dilakukan?

Bila Anda menyadari titik merah itu tiba-tiba berubah ukuran, bentuk, atau mulai berdarah, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sesegera mungkin.

Angioma biasanya bukan alasan untuk terburu-buru ke rumah sakit. Namun, agar terbebas dari rasa khawatir, lebih baik untuk menyebutkan hal tersebut pada pertemuan berikutnya.

Melansir dari Brightside, ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar angioma tidak muncul lagi di masa depan. Pencegahan terbaik adalah dengan gaya hidup sehat dan diet seimbang.

Minum banyak air dan jus, makan sayuran segar, serta lemak sehat seperti alpukat dan minyak zaitun dapat mencegah angioma muncul. Selain itu, hal demikian dapat membantu Anda menjaga kulit tetap bersih, muda, dan sehat.



Sumber Artikel: http://citizen6.liputan6.com/
Pages: [1] 2 3 ... 10


Copyright © FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab