FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab



Recent Posts

Pages: [1] 2 3 ... 10
1

Anak sehat dan cerdas tentu menjadi idaman setiap orang tua. Tidak heran jika upaya-upaya agar anak tumbuh sehat dan cerdas selalu dilakukan. Jadi, apakah Bunda juga ingin tahu bagaimana merawat anak agar ia tumbuh sehat dan cerdas?

Memiliki anak yang sehat dan cerdas pasti menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang tua. Apalagi jika anak berprestasi dan bisa meraih apa yang ia impikan, ini tentu akan sangat membanggakan. Namun untuk mewujudkan hal ini tidaklah mudah karena bagimanapun merawat anak bukan hal yang sepele untuk dilakukan.

Tips Merawat Anak Agar Tumbuh Sehat dan Cerdas
Anak yang sehat biasanya memang memiliki kecerdasan yang cukup tinggi. Meski hal ini juga dipengaruhi oleh faktor genetik tapi perawatan dan didikan yang tepat menjadi faktor yang tidak kalah berpengaruh. Untuk itu, berdasarkan kata dokter di https://www.dancow.co.id/dpc/artikel/nutrisi-dalam-susu-dukung-perlindungan-kesehatan-si-kecil-tips ini dia cara merawat anak agar tumbuh sehat dan menjadi anak cerdas:

Cukupi Kebutuhan Nutrisi Harian Anak
Agar tumbuh kembang anak bisa berjalan dengan baik, kebutuhan nutrisi harian anak harus selalu tercukupi. Hal ini karena nutrisi menjadi bagian penting agar badan dapat secara optimal melakukan kinerjanya. Jika badan bekerja secara optimal, kesehatan anak pasti akan terjaga begitu juga kecerdasannya. Karena saat balita sehat, kemampuan berpikirnya pasti juga akan meningkat.

Jangan Terlalu Membatasi Anak
Kadang karena terlalu khawatir, orang tua menjadi terlalu protektif pada anak hingga membuat si kecil merasa terkekang. Kondisi ini sangat tidak baik untuk kesehatan dan kecerdasan anak karena dapat membuatnya stres. Memang tidak salah mengawasi anak tapi jangan sampai ruang geraknya terlalu terbatasi sebab hal ini dapat menghambat peningkatan kemampuannya. Jadi biarkan saja si kecil bebas berpetualang dan bereksplorasi dengan hal baru.

Jaga Kesehatan Anak
Untuk menjaga kesehatan anak memang dibutuhkan berbagai cara dan usaha. Mulai dari menjaga kebersihan diri, pola makan teratur dan hidup sehat sampai pemeriksaan kesehatan secara rutin. Menjaga kesehatan anak harus lebih ekstra dibanding orang dewasa karena di usianya tubuh anak-anak masih lebih rentan terhadap berbagai serangan virus dan kuman penyebab penyakit.

Bangun Komunikasi yang Baik dengan Anak
Agar anak tidak hanya sehat tapi juga cerdas sejak masih usia dini, Bunda perlu membangun komunikasi yang baik dengan si kecil. Misalkan saja dengan sering mengajak berbicara. Meski ia tidak akan langsung mengerti semua yang ia dengar, tapi perkembangan otak si kecil pasti akan semakin meningkat seiring dengan banyaknya kosa kata dan hal baru yang ia dengar.

Jadikan Diri Sebagai Panutan yang Baik
Yang tidak kalah penting dari semua tips yang disebutkan adalah pemberian contoh. Anak kecil cenderung akan lebih mengikuti apa yang dilakukan orang tuanya atau orang lain yang ia lihat dibanding dengan apa yang ia dengar. Oleh karena itu, jadikan diri sebagai panutan yang baik agar anak sehat dan cerdas. Cobalah untuk selalu berbuat baik di depan si kecil.

Ciri-Ciri Anak yang Tumbuh Sehat dan Cerdas
Ciri anak yang sehat adalah anak yang tidak mudah sakit, dan anak yang cerdas adalah anak yang berprestasi. Ini tentu baru akan terlihat saat anak mulai tumbuh besar dan bersekolah. Padahal anak yang sehat dan cerdas sebenarnya dapat dikenali sejak anak berusia dini dengan beberapa ciri berikut ini:

Aktif Melakukan Kegiatan Fisik
Anak yang sehat sudah pasti memiliki fisik yang tangkas dan gemar melakukan aktivitas fisik. Ia akan sangat suka berkeliling di tempat yang baru dan semangat menjalani setiap kegiatan. Contohnya seperti sering belajar berjalan, bermain, bergerak aktif dan berbagai hal yang berkaitan dengan aktivitas fisik tergantung dengan kemampuan anak di usianya.

Wajah Terlihat Segar
Wajah anak yang sehat akan terlihat lebih ceria dengan bibir yang segar atau tidak pucat dan mata yang jernih. Tidak hanya itu, kulit tubuh anak juga terlihat sehat dan tidak kering karena kebutuhan nutrisi kulitnya yang dapat tercukupi dengan baik. Seperti tercukupinya vitamin C dan E yang membantu menjaga kulit dan vitamin A yang mendukung kesehatan mata anak.

Fisik Anak Tumbuh dan Berkembang dengan Baik
Anak dengan postur tubuh yang tinggi dan berat badan ideal menunjukkan ia tumbuh dengan sehat. Tulangnya dapat terus tumbuh dengan maksimal dan badannya juga mengalami perkembangan. Dengan kata lain, tinggi dan berat badan anak akan selalu bertambah seiring dengan usianya. Ini adalah ciri anak sehat yang paling mudah untuk dilihat dan diperhatikan.

Memiliki Daya Ingat yang Bagus
Anak yang memiliki kemampuan mengingat bagus merupakan ciri anak tumbuh dengan cerdas. Ini berarti anak mampu menyerap dengan cepat hal-hal yang mungkin baru saja ia ketahui. Kemampuan anak dalam mengingat ini akan sangat membantu perkembangan kecerdasan otaknya terus meningkat.

Pandai Berbicara
Anak yang sudah pandai berceloteh sejak kecil memiliki kemampuan berbicara yang baik dan termasuk anak cerdas. Jadi Bunda jangan kesal jika anak selalu bicara atau bertanya. Karena hal ini juga merupakan wujud perkembangan kecerdasan anak. Anak usia 2 hingga 3 tahun yang sudah bisa menyebut kata benda sekitarnya tergolong anak yang cerdas di usianya.

Memiliki Nafsu Makan yang Baik
Anak butuh makanan dengan gizi seimbang agar tumbuh sehat dan cerdas. Nafsu makan yang baik akan membuat ia tidak memilih-milih makanan dan mampu menghabiskan makanannya. Jika asupan makanan anak dapat diatur dengan baik, gizi yang diperlukan untuk tumbuh kembangnya juga akan tercukupi.

Membesarkan si kecil menjadi anak sehat dan cerdas memang tidak mudah. Namun selama cara mendidik dan merawat anak dilakukan dengan tepat, pertumbuhan dan perkembangannya tentu dapat lebih maksimal. Apalagi jika anak sudah terlihat cerdas sejak kecil, Bunda hanya perlu membantu meningkatkan dan mengarahkannya saja.
2
Lain-lain / Tanpa Disadari, 4 Masalah Kesehatan Mental Ini Ancam Pekerja Kantoran
« Last post by yeobeseyo on February 08, 2019, 04:45:44 PM »
Oleh : Afifah Cinthia Pasha


Sumber Gambar : www.shemazing.net


Ada kalanya pekerjaan yang tengah dilakukan membuat senang tapi bisa juga menyebalkan. Mulai dari bos yang otoriter, gaji yang tidak sesuai dengan beban pekerjaan, pekerjaan tidak sesuai kompetensi hingga menumpuknya tugas yang tak ada habisnya.

Kesehatan mental, topik hangat yang sering jadi bahan perbincangan akhir-akhir ini. Untuk kamu yang bekerja kantoran, ternyata ada beberapa masalah atau gangguan kesehatan mental yang tanpa disadari bisa dialami.

Berikut masalah kesehatan mental yang tanpa disadari mengancam pekerja kantoran:

1) Gangguan Panik Berlebihan (Anxiety Disorder)

Gangguan panik berlebihan atau anxiety disorder di kalangan pekerja kantoran. Gangguan ini ditandai dengan rasa lelah, kesulitan berkonsentrasi, kecemasan atau panik berlebihan, dan kesulitan tidur dikarenakan tidak bisa berhenti berpikir.

Karyawan tersebut merasa memerlukan pengakuan tentang performa dan kinerja kerjanya. Mirip dengan depresi, saat mengalami anxiety disorder terkadang gejala kesehatan fisik seperti rasa sakit atau nyeri sering muncul.

Sayangnya, meskipun mengalami gejala anxiety disorder, tidak banyak yang mencari bantuan. Umumnya, pengobatan dilakukan untuk mengatasi gejala fisik yang menyertai seperti asam lambung, gangguan tidur, atau masalah pada jantung.


2) Gangguan Terhadap Kemampuan Berkonsentrasi (ADHD)

ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder) merupakan gangguan kesehatan mental yang umumnya ditemui pada anak-anak. Tetapi ADHD ternyata juga bisa menyerang orang dewasa.

Menurut sebuah survei di 10 negara, diperkirakan 3,5% karyawan mengidap ADHD. Di kantor, ADHD ditandai dengan gejala ketidakmampuan mengorganisasi, menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline, mengatur beban pekerjaan, kesulitan mengikuti arahan atasan, dan bertengkar dengan rekan kerja. Karyawan pengidap ADHD 18 kali lebih berisiko menerima teguran di kantor, bahkan memiliki risiko 2-4 kali lebih mungkin kehilangan pekerjaan karena PHK.


3) Bipolar

Di tempat kerja, kondisi bipolar umumnya ditandai dengan perubahan siklus antara keadaan penuh semangat berlebihan (manic) dan keadaan depresi seseorang.

Kondisi manic biasanya terlihat saat karyawan tampak energik dan kreatif, tetapi performa kerjanya malah menurun. Saat kondisi manic mencapai puncaknya, karyawan tersebut akan terlihat lebih agresif, mengabaikan peraturan perusahaan, dan berusaha mengambil alih kekuasaan atau tampil sebagai pemimpin.


4) Depresi

Depresi ternyata merupakan kondisi gangguan kesehatan yang paling umum ditemui di lingkungan pekerjaan tapi jarang disadari. Mood yang buruk adalah salah satu tanda jelas kondisi depresi.

Namun di tempat kerja, karyawan yang mengalami depresi bisa mengalami tanda-tanda seperti rasa gugup, gelisah atau tertekan, mudah terganggu atau sensitif, kelelahan, dan gangguan tidur di malam hari, hingga gangguan pada kondisi fisik seperti rasa sakit dan nyeri. Depresi pada para pekerja kantoran juga berakibat menurunnya kemampuan pengambilan keputusan saat bekerja.



Sumber Artikel : https://www.liputan6.com/health/
3
Keluarga Berencana / Pil KB Sebabkan Depresi?
« Last post by yeobeseyo on January 29, 2019, 04:52:33 PM »
Oleh : Aretyo Jevon Perdana




Pil KB menjadi salah satu pilihan bagi perempuan yang ingin mengendalikan kelahiran. Namun, Anda mungkin pernah berpikir untuk mencoba beralih ke pil KB karena beredar kabar bahwa konsumsi pil tersebut justru dapat menyebabkan depresi.

Seorang pakar kandungan dari The Ohio State University Wexner Medical Center, Brett Worly, M.D., mengungkapkan hal ini sudah umum dikeluhkan oleh para perempuan. Hal inilah yang mendorong Worly untuk melakukan sebuah studi guna mengeksplorasi hubungan antara pil KB guna kontrol kelahiran dan depresi.

"Sepanjang pelatihan medis yang saya lakukan, hal ini merupakan salah satu hal yang terus berlanjut," ujar Worly, mencatat pengonsumsian Depo Provera (metode progestin) dapat menyebabkan depresi sebagai salah satu efek samping yang terjadi.

Berdasarkan 26 penelitian yang telah dilakukan selama 30 tahun, ditemukan ada asosiasi minimal antara progestrin sebagai salah satu metode pengatur kelahiran dengan depresi.

Penelitian yang dilakukan oleh Worly guna mempelajari hubungan antara pil KB dan depresi yang dilakukan beberapa tahun lalu pun tidak menemukan adanya korelasi di antara keduanya.

Menanggapi hasil penelitiannya tersebut, Worly menekankan perubahan mood berbeda dengan perasaan yang tertekan itu sendiri. Hal ini menunjukkan bukan berarti pil KB mutlak tidak menyebabkan depresi.

"Efek yang ditimbulkan bisa berbeda-beda pada setiap perempuan. Oleh sebab itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan terkait efek samping dari pil KB," tutup Worly.



Sumber Artikel : https://www.liputan6.com/health/
4
Tumor / Ketahui Ladies! Perbedaan Miom dan Kista, serta Cara Mencegahnya
« Last post by yeobeseyo on January 24, 2019, 05:00:59 PM »
Oleh : Fimela


Selain kanker serviks, miom dan kista menjadi penyakit yang menakutkan bagi para wanita. Lalu apa perbedaan miom dan kista?

Miom adalah tumor jinak dari otot uterus atau rahim, sedangkan kista adalah benjolan di ovarium atau indung telur. Kedua penyakit wanita tersebut mayoritas berkembang setelah menarche(menstruasi pertama) dan berkurang setelah menopause,” jelas dr. Kathleen Juanita Gunawan Soenario, SpOG selaku dokter spesialis kebidanan dan kandungan Siloam Hospitals Kebon Jeruk(SHKJ).

Bahkan, 75 persen wanita pernah memiliki miom. Terkadang, kondisi ini tidak diketahui oleh sebagian wanita yang mengalaminya karena tidak muncul gejala, tetapi gejala yang paling sering adalah :
- menstruasi yang banyak dan lama
- sering buang air kecil (BAK)
- tidak dapat menahan BAK
- sulit buang air besar
- perut bawah terasa tidak nyaman
- nyeri saat haid
- nyeri saat berhubungan seksual
- infertilitas
- keguguran
.


Sedangkan pada kista, gejala terlihat seperti nyeri haid yang hebat dan tiba-tiba, rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah, perut membesar, sulit makan, dan gangguan menstruasi.


"Tata laksana pada miom meliputi observasi, embolisasi arteri uterina, dan pengangkatan miom atau seluruh rahim, sedangkan tata laksana pada kista meliputi pengangkatan observasi dan pengangkatan kista atau seluruh ovarium bergantung pada ukuran kista, usia penderita, dan penemuan saat operasi," dr. Kathleen.

Dr Kathleen menyarankan hidup sehat dengan menerapkan pola makan sehat dan melakukan screening minimal setahun sekali bagi wanita yang sudah melakukan hubungan seksual, serta pemeriksaan ultrasonografi untuk melihat rahim dan indung telur. "Semakin dini terdeteksi, semakin tinggi pula peluang untuk sembuh," tutupnya.



Sumber Artikel : https://www.fimela.com/beauty-health/
5
Kesehatan Ibu dan Anak / Cara Jitu Mengatasi Anak Kecil Mogok Minum Susu
« Last post by BuAntha on January 22, 2019, 10:37:10 AM »

Tahukah Anda bagaimana cara mengatasi anak kecil mogok minum susu? Meski kebanyakan anak kecil gemar minum susu tapi ternyata tidak sedikit juga anak yang justru enggan untuk meminumnya.

Susu memang telah dikonsumsi sejak anak masih kecil bahkan saat ia baru lahir. Ini karena kandungan yang terdapat pada susu terutama kalisum penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak agar tumbuh kembangnya optimal. Oleh sebab itu, si kecil yang mogok minum susu perlu segera diatasi.

Penyebab Anak Mogok Minum Susu
Susu formula biasanya diberikan setelah anak lepas dari ASI. Tapi meskipun ia doyan minum ASI, bukan berarti si kecil juga akan suka minum susu formula. Anak yang tidak mau minum susu pada umumnya disebabkan oleh beberapa hal berikut:

Mulut Terasa Sakit
Orang dewasa pun akan malas makan saat mulut terasa sakit karena sariawan atau radang gusi. Karena itu, anak kecil yang memang cenderung sensitif akan menolak apapun termasuk susu saat mulutnya sakit. Begitu juga saat gigi si kecil akan tumbuh, ia akan merasa ada yang tidak nyaman dimulutnya.

Rasa Susu yang Berbeda
Penyebab yang paling sering terjadi saat anak kecil mogok minum susu adalah rasa susu yang berbeda. Ini biasanya terjadi saat si kecil beralih dari ASI ke susu formula. Tapi ini bisa diakali dengan pemilihan rasa susu yang disukai. Lagipula kini banyak produk susu yang menyediakan beragam varian rasa.

Bosan Minum Susu
Minum susu sejak kecil mungkin saja membuat anak bosan. Apalagi jika rasa dan penyajian susu biasa saja, anak-anak pasti tidak tertarik untuk meminumnya. Karena itulah produk olahan susu perlu dikenalkan pada anak.

Gangguan Kesehatan
Si kecil yang merasa badannya sakit kebanyakan memang tidak bersemangat untuk beraktifitas atau mengonsumsi apapun. Jika kondisi ini terjadi, si kecil harus segera diperiksakan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Merasa Tertekan
Saat anak menolak untuk minum susu, sebaiknya jangan paksa ia untuk meminumnya. Ini akan membuat si kecil merasa tertekan sehingga ia takut dan selalu berusaha menghindar saat diminta minum susu.

Cara Jitu Mengatasi Anak yang Mogok Minum Susu
Pemberian susu formula sebenarnya tidak diharuskan tapi ini baik untuk mencegah anak kekurangan kalsium dalam masa tumbuh kembangnya. Karena itulah si kecil yang tidak mau minum susu perlu diatasi dengan tepat. Berdasarkan artikel di https://www.dancow.co.id/dpc/artikel/si-kecil-mogok-minum-susu-bantu-dengan-tips-ini ini dia beberapa cara jitu untuk mengatasi anak kecil mogok minum susu:

Bayi dengan Susu Botol
Bayi masih terbiasa dengan ASI sehingga ia perlu beradaptasi lebih dulu untuk minum susu yang berbeda. Dalam mengatasi anak yang masih bayi ini, cara di bawah ini bisa dilakukan.

Gunakan Dot yang Sesuai dengan Mulut Bayi
Dot pada botol susu sebaiknya disesuaikan dengan mulut bayi agar ia merasa nyaman. Hal ini mencakup besar kecilnya lubang dot, ukuran dot yang pas di mulut ataupun bentuk botol susu yang nyaman dipegang. Untuk itu, pilihlah botol susu dengan dot dan bentuk yang sesuai dengan bayi.
Berikan di Waktu yang tepat

Waktu yang tepat untuk memberikan susu pada bayi adalah saat ia tidak terlalu lapar atau terlalu kenyang. Waktu ini akan memudahkan pemberian susu karena pada waktu ini bayi akan cenderung mau menerima apapun yang diberikan padanya termasuk susu botol.

Atur Posisi yang Nyaman Untuk Bayi
Bayi sebaiknya minum susu pada posisi duduk, digendongan atau selama posisi kepala bayi lebih tinggi daripada posisi perut. Dalam posisi seperti ini bayi akan lebih mudah menelan sehingga mencegah bayi tersedak dan susu juga bisa mengalir dengan lancar ke pencernaan.

Buat Suasana Minum Susu yang Tenang dan Nyaman
Suasana minum susu yang berisik atau bahkan membuat tertekan adalah salah satu alasan mengapa bayi tidak mau minum susu. Oleh sebab itu, buatlah suasana menjadi tenang dan nyaman. Dengan begitu bayi akan lebih mudah menerima susu botol.

Anak Usia Satu Tahun Ke Atas
Dalam usia ini, anak biasanya sudah bisa memilih apa yang ingin ia makan. Itu sebabnya kebanyakan anak kecil mogok minum susu pada usia pertumbuhan ini. Untuk itu, pemberian susu memerlukan usaha sebagai berikut:

Berikan Susu yang Disukai
Berbagai macam rasa atau varian susu kini sudah banyak ditemukan. Jadi tidak ada ruginya memberikan si kecil susu yang ia sukai. Namun sebelum itu perhatikan juga jenis, tipe, dan kandungan dari susu untuk memastikan susu yang disukai tersebut baik dan aman untuk si kecil.

Kreasikan Susu dengan Makanan Lain
Mengkreasikan atau mencampurnya dengan puding, sereal, jus buah, biskuit, es krim atau makanan kesukaan si kecil yang lain akan membuat ia lebih berselera minum susu. Karena itu penyajian susu juga perlu diperhatikan agar anak tertarik untuk meminumnya.

Tawarkan Produk Olahan Susu
Jika anak tidak mau minum susu dalam bentuk susu murni atau susu formula, cobalah untuk menawarkan produk olahan susu seperti yogurt, keju, es krim, atau mentega. Meski gizinya tidak sebesar susu tapi ini akan membantu si kecil memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Ciptakan Suasana yang Menyenangkan
Sama halnya seperti bayi, anak usia diatas satu tahun juga memerlukan suasana yang nyaman dan menyenangkan. Karena dengan begitu, seleranya akan muncul sehingga lebih mudah untuk membujuknya minum susu.

Perlu diketahui bahwa susu bukan satu-satunya makanan yang memiliki nutrisi lengkap untuk anak. Karena itu, meski kebiasaan anak kecil mogok minum susu harus diatasi namun saat ia belum bisa dibujuk maka sebaiknya cukupi gizi anak dengan makanan sumber nutrisi lengkap lainnya selain susu.
Jika tips tersebut sudah bunda terapkan tapi tidak berhasil, bunda perlu cari tahu tips dari ahli kesehatan yang mengupas lebih dalam lagi mengenai penanganan masalah anak kecil mogok minum susu.
6
Menopouse / 8 Hal Ini Diduga Dapat Menyebabkan Menopause Dini
« Last post by yeobeseyo on January 21, 2019, 04:52:41 PM »
Oleh : Ana Fauziyah


Menopause dini merupakan menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun. Bagi banyak wanita, mengalami menopause dini merupakan suatu hal yang cenderung ditakuti. Namun tidak banyak wanita yang tahu bahwa kebiasaan dan gaya hidup ternyata juga sangat mempengaruhi kondisi hormon kewanitaan.

Banyak kegiatan sehari-hari yang benar-benar dapat memengaruhi hormon Anda. Gaya hidup yang kurang tepat tersebut dapat membuat Anda lebih berisiko mengalami menopause dini, sehingga Anda sebaiknya sebisa mungkin untuk menghindarinya.

Berikut adalah 8 hal yang bisa menyebabkan terjadinya menopause dini menurut para ahli:

1) Merokok

Merokok dapat memengaruhi banyak aspek kesehatan Anda, termasuk kesuburan. Merokok telah diketahui menyebabkan menopause lebih awal sekitar 4-5 tahun. Penelitian telah menunjukkan bahwa pengawet dan racun dalam rokok meningkatkan kerusakan sel telur yang tidak dapat diganti. Setelah sel telur-telur tersebut rusak dan hilang, maka mereka tidak pernah bisa dihasilkan kembali.


2) Meminum Minuman Beralkohol

Meminum minuman beralkohol secara berlebihan dapat meningkatkan risiko menopause dini. Minum minuman beralkohol secara berlebihan dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur, menghentikan menstruasi, dan menopause dini. Wanita yang sering minum minuman beralkohol secara berlebihan dapat mengalami menstruasi yang tidak teratur atau berhenti sama sekali.


3) Menggunakan Produk Kecantikan yang Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

Kandungan kimia berbahaya dalam produk-produk kosmetika, perawatan kulit, produk perawatan rambut dan kulit bisa masuk ke dalam tubuh melalui kulit dan menyebabkan masalah signifikan pada hormon. Bahan-bahan kimia yang berbahaya tersebut bisa mengacaukan keseimbangan hormon estrogen. Hindari kosmetik yang mengandung bahan-bahan beracun antara lain Oxybenzone, dan Phthalates, dan Fragrance atau wewangian sintesis.


4) Berolahraga secara Berlebihan

Berolahraga memang sangat baik untuk kesehatan dan sangat dianjurkan untuk menjaga metabolisme tubuh. Namun berolahraga secara berlebihan dapat meningkatkan kadar kortisol, yang memainkan peran besar dalam gangguan hormonal. Sebuah penelitian telah menemukan bahwa ada hubungan antara peningkatan periode panjang latihan dan menopause dini. Berolahragalah secara rutin dan teratur dengan porsi yang sesuai, hal ini bisa membantu menjaga kadar hormon lebih stabil.


5) Stres

Stres akut yang tidak dikelola dengan baik terkadang dapat menyebabkan masalah hormonal, yang akhirnya dapat menyebabkan menopause dini. Ada sejumlah studi yang menunjukkan hubungan antara peningkatan stres dengan gangguan tiroid, dan gangguan hormonal yang signifikan. Anda tidak bisa mengontrol penyebab stres, tapi Anda bisa mengelola stres agar tidak berkepanjangan. Berbicara dengan orang yang dicintai atau terapis dapat membantu Anda mengembangkan kebiasaan untuk mengelolanya.


6) Plastik

Sebagian besar plastik mengandung Phthalates, bahan kimia yang dapat menyebabkan masalah hormonal dan menopause dini. Hindari menggunakan plastik ketika memanaskan makanan dalam microwave. Minimalkan penggunaan wadah, gelas atau botol plastik, terutama jika makanan atau minumannya masih dalam kondisi panas.


7) Makanan dengan Kandungan Polychlorinated Biphenyls

Polychlorinated Biphenyls (PCB) adalah bahan kimia lain yang dapat mengacaukan hormon. Bahan ini sering ditemukan pada ikan berlemak dan ini terakumulasi dalam lemaknya.


8 ) Menggunakan Lilin Wangi & Penyegar Udara

Lilin wangi dan penyegar udara mungkin membuat rumah atau mobil Anda berbau harum, tetapi kebanyakan lilin dan penyegar udara mengandung bahan kimia yang dapat mengacaukan hormon Anda. Seperti plastik, banyak lilin dan penyegar udara juga mengandung Phthalates yang dapat diserap ke dalam kulit Anda dan menyebabkan menopause dini.



Sumber Artikel : https://www.liputan6.com/lifestyle/
7
Kesuburan (Infertilitas) / Terlalu Lama Tunda Punya Anak, Berisiko jadi Tak Subur
« Last post by yeobeseyo on January 11, 2019, 05:00:39 PM »
Penulis : Annisa Mutiara Asharini


Pekerjaan, pendidikan, dan jarak yang mesti terpisah untuk sementara waktu adalah segelintir alasan pasangan suami istri baru menunda punya anak.

Menunda memiliki momongan memang hak masing-masing pasangan. Namun, dokter spesialis obstetri dan ginekologi menyarankan agar jangan terlalu lama. Sebab, semakin lama pasangan menunda kehadiran anak, semakin besar pula risiko mengalami ketidaksuburan.

"Idealnya, wanita menghasilkan sel telur sebanyak 700 ribu seumur hidupnya. Jumlah ini tidak akan bertambah, melainkan berkurang hingga wanita mencapai masa menopause," kata Beeleoni, dokter spesialis obstetri dan ginekologi.

Dalam satu bulan, sebanyak seribu sel akan terbuang sia-sia jika tidak dibuahi sperma. Sementara, wanita mengalami menopause di sekitar usia 50 tahun. Berbeda dengan sel telur, sperma dapat beregenerasi setiap tiga bulan sekali.

Kesempatan terbesar wanita untuk hamil ada pada 6 bulan pertama pernikahan, yakni sebesar 30 persen.

"Bagi wanita, time is ticking. Wanita usia 35 tahun ke atas harus lebih waspada. Menurunnya jumlah sel telur juga semakin dipercepat dengan rokok, alkohol dan kurangnya nutrisi," ujarnya.

Hingga saat ini, belum ada solusi untuk menambah jumlah sel telur. Satu-satunya cara menunda kehamilan paling aman adalah dengan preservasi atau pembekuan sel telur.

Sel telur akan disimpan dan dibekukan di dalam ruangan bersuhu rendah. Wanita yang belum ingin hamil dapat membekukan sel telurnya terlebih dahulu untuk digunakan di kemudian hari. Jika pada suatu saat nanti wanita mengalami masalah reproduksi, ia tidak perlu khawatir karena telah memiliki cadangan sel telur yang masih sehat.

Harga program preservasi sel telur dibanderol seharga Rp5 juta untuk biaya awal. Kemudian, ada biaya tambahan sebesar Rp 2 juta per 3 bulan.



Sumber Artikel : https://www.liputan6.com/health/
8
Remaja / Angka HIV AIDS Cenderung Meningkat di Indonesia, Cek Penyebabnya
« Last post by yeobeseyo on January 03, 2019, 05:05:10 PM »
Oleh : Fitri Haryanti Harsono

Perkembangan kasus HIV AIDS di Indonesia cenderung meningkat. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI tahun 2017, secara kumulatif terdapat 102.667 kasus AIDS dan 280.623 kasus HIV positif.  Data Sensus Penduduk Tahun 2010, penduduk Indonesia usia muda berjumlah sekitar 25 persen dari total penduduk Indonesia, yang mana mereka rentan terhadap bahaya HIV dan AIDS juga narkoba.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kependudukan dan  Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)  Sigit Priohutomo mengatakan, penyebab HIV AIDS meningkat karena masih rendahnya pengetahuan masyarakat, khususnya remaja tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR). Pengetahuan kesehatan reproduksi terkait bagaimana cara melindungi diri dari perilaku seksual berisiko (seks bebas, narkoba suntik), pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan, penyakit menular seksual (PMS), dan seputar HIV AIDS.

Indeks pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi sebesar 57,1 persen. Data itu diambil dari Survei Kinerja Akuntabilitas Program KKBPK (SKAP) BKKBN Tahun 2018. Walaupun tergolong rendah, prevalensi tersebut naik dibanding tahun 2017. Indeks tahun 2017 sebesar 52,4 persen.

Untuk meningkatkan pengetahuan reproduksi remaja, sejak tahun 2000 BKKBN telah melaksanakan Program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR). Dalam lima tahun terakhir, program KRR telah dikemas ulang. Saat ini program KRR dikenal dengan program Ketahanan Remaja dengan tagline "Generasi Berencana", yang disingkat "GenRe".

“Melalui "GenRe", remaja dibina dan diarahkan untuk mampu menjalani masa transisi kehidupan remaja. Masa transisi yang dimaksud ada lima. Ini dikenalnya Lima Transisi Kehidupan (Five Life Transitions),” imbuh Sigit dalam Seminar Nasional dalam Rangka Hari AIDS Sedunia di Hotel Horison, Jayapura beberapa hari lalu.

Masa transisi meliputi, melanjutkan sekolah (continue learning), mencari pekerjaan (start working), memulai kehidupan berkeluarga (form families), menjadi anggota masyarakat (exercise citizenship), dan mempraktikkan hidup sehat (practice healthy life).



Sumber Artikel : https://www.liputan6.com/health/
9
Kesehatan Ibu dan Anak / Kiat-kiat Memilih Susu Formula Untuk Bayi dan Mengenalkannya
« Last post by InfoSehat on December 20, 2018, 04:24:58 PM »

Berbicara mengenai susu formula, ada banyak sekali jenis, merek dan macam susu formula. Meskipun asupan terbaik untuk bayi adalah Air Susu Ibu (ASI), tetapi kadang pemberian ASI tidak disarankan jika Ibu atau bayi memiliki masalah medis tertentu atau ASI ibu tidak kunjung keluar atau macet. Solusinya, langkah memberikan susu formula pun dijadikan pilihan guna tetap mendorong perkembangan sang bayi, terutama yang baru lahir.

Susu Bayi Nan Pro merupakan salah satu susu bayi yang mungkin sudah banyak bunda tahu karena sudah tersebar di kalangan masyarakat. Untuk bayi berusia 1 tahun, mungkin kita sebagai orang tua harus jeli dalam memilih asupan susu formula tersebut. Karena pada usia 0-1 tahun, tumbuh kembang bayi berlangsung sangat cepat dan membutuhkan asupan untuk mendorongnya.

Menurut artikel di AwalSehat.Nestle.co.id, memilih susu formula untuk bayi baru lahir atau yang masih berusia di bawah satu tahun tidaklah mudah. Tidak boleh sembarangan memberikan asupan karena belum bisa mencerna makanan dengan baik. Maka dari itu, satu hal penting yang harus Anda perhatikan ketika memilih susu formula adalah memeriksa kandungannya, bukan merek ataupun harga. Lalu apa saja tips memilih susu formula yang tepat untuk bayi?


1. Pastikan Jenis Susu Formula

Tips pertama yang harus bunda perhatikan adalah jenis susu formula untuk bayi. Jenis susu formula biasanya disesuaikan dengan usia anak. Jadi, cermatlah karena kandungan yang terdapat pada setiap jenis berdasarkan usia memiliki kandungan dan takaran masing-masing yang tentunya sudah diseimbangkan dengan kebutuhan gizi dan nutrisi anak. Pastikan juga produk susu yang akan dibeli sudah terdaftar pada BPOM RI.


2. Periksa Kandungan Nutrisi Susu Formula

Sekali lagi ya bunda, perhatikan kandungannya bukan merek ataupun harganya. Kandungan nutrisi susu formula sangat penting karena bayi belum bisa mencerna makanan dengan baik. Umumnya produk susu formula memiliki kandungan nutrisi utama yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan seperti lemak, protein, vitamin, karbohidrat serta mineral. Perhatikan kandungan yang terdapat pada nutrisi susu formula sesuai dengan kebutuhan nutrisi di usia anak.


3. Protein pada Susu Formula

Nah, yang perlu diperhatikan lagi adalah masalah protein. Setiap susu formula pasti mengandung protein. Namun bunda harus bisa memilahkan jenis proteinnya. Protein whey merupakan unsur protein utama yang terdapat pada ASI ataupun susu formula. Sedangkan protein kasein merupakan protein lengkap yang mengandung 9 asam amino esensial yang diperlukan tubuh untuk pembangunan otot agar lebih optimal. Jika protein whey dapat dicerna dengan cepat, maka sifat protein kasein lebih lambat. Jadi untuk bayi yang baru lahir lebih cocok menggunakan susu dengan kandungan protein whey.


4. Perhatikan Reaksi Bayi & Konsultasi dengan Dokter

Tips keempat adalah perhatikan reaksi bayi dan jangan lupa konsultasikan dengan dokter. Perhatikan, jangan diteruskan jika bayi mengalami alergi ketika mengkonsumsi susu formula dengan protein sapi. Konsultasikan hal ini kepada dokter segera sehingga dokter bisa melakukan tindak lanjut dan melakukan solusi.

Susu bayi NAN Pro merupakan salah satu susu yang termasuk dalam jenis susu parsial hidrolisat yang sering dipilih untuk bayi yang alergi susu sapi. Rasa dari susu bayi Nan Pro ini juga sangat disukai oleh anak-anak. Memang, sebaik apapun susu formula, ASI memang menjadi asupan paling sempurna untuk bayi. Namun, susu formula juga bisa memenuhi kebutuhan nutrisi bayi jika diperlukan. Semoga bermanfaat.
10
Siapa yang tidak menyukai kata berlibur? Liburan adalah salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu. Selain dapat melepas penat dari pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, tentunya momen liburan ini dapat dijadikan sebagai momen untuk dekat dengan keluarga, terutama dengan si Kecil. Dalam menyambut momen liburan ini, ada banyak sekali promosi-promosi yang menarik mulai dari promo perjalanan hingga kebutuhan sehari-hari seperti promo Friso.
Bepergian ketika membawa anak kecil tampaknya sedikit merepotkan. Sebagai orang tua, nampaknya kita harus pintar-pintar mencari destinasi wisata yang cocok dan dapat membuat anak tertarik.

Selain itu juga orang tua harus memastikan akomodasi dan transportasi yang digunakan tepat dan juga nyaman.
Tantangan lain dalam bepergian bersama si Kecil adalah packing. Bagi yang baru pertama kali berlibur dengan anak, packing barang-barang keperluan si Kecil seringkali membuat kerepotan karena ia membutuhkan banyak sekali peralatan khusus yang berbeda dengan orang dewasa. Namun Bunda dan Ayah tidak perlu khawatir lagi. Yuk simak 3 barang yang wajib dibawa saat bepergian dengan si Kecil!

Baju hangat dan obat-obatan pribadi
Beberapa destinasi wisata, misalnya di daerah pegunungan, mempunyai suhu yang berbeda dengan di perkotaan. Perbedaan suhu ini terkadangan memaksa tubuh untuk kembali menyesuaikan diri. Mungkin bagi orang dewasa seperti Bunda dan Ayah, hal ini bukan menjadi masalah. Namun bagi si Kecil, perubahan suhu yang terjadi secara tiba-tiba dapat membuat daya tahan tubuhnya menurun.

Untuk mengatasi suhu drastis ini, Bunda dan Ayah dapat membawa selimut untuk menjaga si Kecil yang rentan dengan suhu yang dingin. Siapkan pula baju hangat seperti jaket tebal untuknya. Bila perlu, berikan juga ia sarung tangan, kaus kaki, dan topi agar tangan, kaki, serta kepalanya dapat terjaga dengan hangat. Selain dengan memakai pakaian hangat, Bunda dan Ayah juga dapat memberikan minyak seperti minyak telon untuk menjaga kehangatan tubuhnya.
Mainan dan cemilan

Perjalanan menuju destinasi wisata yang jauh dari rumah terkadang membuat anak menjadi rewel. Anak-anak yang sedang di masa aktif-aktifnya tentu dapat cepat mengalami kebosanan, apalagi harus berlama-lama duduk diam. Agar mengurangi resiko anak rewel akibat bosan di perjalanan, Bunda dan Ayah bisa memberinya cemilan atau mainan-mainan yang menarik.

Pilihlah cemilan yang sehat dan mudah untuk dimakan di perjalanan. Hal ini dilakukan agar selama perjalanan, cemilan yang ia makan tidak tumpah dan mengotori sekitarnya. Namun, batasi juga pemberian cemilan pada anak agar ia tidak kekenyangan dan tetap makan asupan utamanya.
Pilihlah juga mainan yang tidak membosankan sekaligus dapat mengembangkan keterampilannya. Permainan dalam bentuk aplikasi smartphone kini hadir dengan berbagai tantangan yang dapat membuat anak tertarik untuk memainkannya. Batasi pemakaian smarphone pada si Kecil dengan menggunakan mainan blok seperti Lego.

Tas kecil anti air
Destinasi wisata yang berhubungan dengan air seperti pantai, kolam renang, dan laut memang selalu menyenangkan, apalagi ketika cuaca sedang cerah. Namun destinasi-destinasi wisata ini biasanya memunculkan kekhawatiran pada barang-barang yang menjadi mudah basah. Padahal setelah bermain air seharian, pastinya membutuhkan baju ganti yang kering agar tidak masuk angin.
Untuk mengatasinya, coba gunakan tas kecil anti air saat sedang menemani si Kecil bermain air. Tas kecil akan sangat praktis digunakan untuk membawa keperluan si Kecil saat bermain. Bahan anti air pada tas juga akan membuat Bunda terlepas dari resiko baju ganti anak menjadi basah.

Itu tadi 3 barang yang wajib dibawa saat pergi liburan bersama dengan si Kecil.
Pages: [1] 2 3 ... 10

Database Error

Please try again. If you come back to this error screen, report the error to an administrator.